Jumat, 22 April 2011

Tab Orders di Marketiva Streamster

Tab orders memuat order atau pesanan anda baik entry order maupun exit order. Entry order adalah order masuk pasar, kalau sudah dilaksanakan akan jadi posisi open. Exit order adalah order keluar pasar, fungsinya untuk menutup posisi yang berstatus open tadi.

Exit order ada dua jenis yaitu Exit Target dan Stop Loss. Exit target adalah order yang akan menutup posisi secara otomatis pada saat anda untung, di tab order ditandai dengan order dengan phase EXIT dan mempunyai P-Type (price type) LIMIT. Stop loass adalah order yang akan menutup posisi secara otomatis apabila anda mengalami kerugian, order ini ditandai dengan phase EXIT dan mempunyai P-Type STOP.


Jadi sebuah posisi akan memiliki satu entry order, dan bisa memiliki dua exit order yang berupa exit target dan stop loss. Untuk stop loss dan exit target ini bersifat opsional saja, jadi bisa diset dan bisa juga tidak.



Berikut gambar tab order:
Tab Orders pada Marketiva Streamster
Lihat di kolom Position ID disitu ada ...WDZ2, pada baris pertama, kedua dan baris kelima semua position ID nya sama, ini menandakan kalau order tersebut merupakan bagian dari posisi dengan ID ...WDZ2.

Order di baris pertama adalah merupakan Stop Loss dari posisi ...WDZ2, lihat cirinya yaitu phasenya EXIT dan P-Typenya STOP. Baris kedua adalah Exit target dari posisi ...WDZ2, ditandai dengan phase EXIT dan P-Type LIMIT. Sedangkan order di baris ke lima merupakan entry order dari posisi ...WDZ2 ditandai dengan phase ENTRY, dan tipe order entry nya adalah MARKET yaitu masuk posisi dengan harga berapapun yang didapatkan di pasar.

Lihat tab Positions beriktu untuk detilnya.
Tab Positions dari Posisi yang menggunakan Exit Target dan Stop Loss
Kemudian kita melakukan penutupan posisi, maka di tab orders akan tampak tampilan sebagai berikut:
Tampilan tab orders setelah dilakukan penutupan posisi ...WDZ2
Sedangkan di tab positions akan tampil posisi ...WDZ2 sudah berstatus CLOSED.
Posisi ...WDZ2 sudah ditutup.
Cukup panjang keterangannya, tapi pada prakteknya mudah kok, tidak perlu muter-muter seperti keterangan bergambar ini...

Yang perlu diingat adalah ID posisinya, dalam contoh ...WDZ2 sehingga apabila ada orders yang memiliki ID posisi tersebut, maka order itu masih terkait dengan posisi tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar