Kamis, 31 Maret 2011

Exit Target dan Stop Loss

Exit Target
Adalah target keluar pasar secara otomatis apabila nilai target yang ditentukan sudah tersentuh oleh harga di pasar. Singkatnya, posisi akan ditutup otomatis apabila anda sudah mendapatkan keuntungan. Exit target tetap bekerja baik anda online di platform maupun sedang offline.

Nilai target adalah dalam harga instrumen, bukan banyaknya perolehan point yang ingin didapatkan, di marketiva exit target minimal jaraknya 8 point dari harga entry.

Exit Stop Loss
Fasilitas keluar pasar secara otomatis sesuai harga yang anda tentukan, jadi posisi akan ditutup otomatis apabila anda mengalami kerugian pada posisi trading yang anda ambil. Sama seperti exit target, fasilitas stop loss juga tetap bekerja meskipun anda offline dari platform.

Nilai stop loss juga harus dituliskan dalam harga instrumen, bukan dalam banyaknya point. Minimal stop loss di marketiva adalah 1 point dari harga entry.



Contoh exit target dan exit stop-loss:
Jika anda membuka posisi long di 1.2000, exit target anda harus lebih tinggi, sebagai contoh 1.2020, dan exit stop-loss di tingkat yang lebih rendah, misalnya 1.1980. Jika anda membuka posisi short di 1.2000, nilai exit target harus lebih rendah, misalnya 1.1980, dan exit stop-lossnya lebih tinggi misalnya 1.2020.

Menggeser Stop Loss ke arah profit
Stop loss juga bisa digunakan untuk melindungi profit yang sudah didapat, caranya dengan menggeser nilai stop loss ke arah profit. Di platform meta trader cara ini dikenal dengan istilah trailing stop loss, untuk di streamster, trailing stop loss hanya bisa dilakukan secara manual yaitu dengan menggeser stop loss ke arah profit. Apabila stop loss digunakan untuk melindungi profit, maka minimal jaraknya 8 point dari harga entry.

Resiko Pelaksanaan Order
Harga pasar selalu bergerak dalam pertambahan poin. Seringkali 1 poin, akan tetapi sangat sering harga bisa bergerak 2, 3, 5 poin atau lebih. Pada saat pasar sangat aktif (misalnya pembukaan mingguan, pengumuman berita, peristiwa peristiwa penting) harga instrumen dapat bergerak 50 poin atau lebih hanya dalam satu lompatan, yang bisa sangat mempengaruhi pelaksanaan daripada order anda. Sebagai contoh, apabila suatu harga melompat dari 200.10 ke 200.50 (hanya dalam satu pergerakan 40 poin) dan stop-loss posisi short anda adalah pada 200.20, posisi anda akan ditutup pada harga pasar saat itu yaitu 200.50, yang mana 30 poin lebih buruk dari nilai stop-loss anda. Di sisi lain, apabila exit target posisi long anda adalah 200.20, posisi anda sekali lagi akan ditutup pada harga pasar saat itu yaitu 200.50, yang mana 30 poin lebih baik dari nilai exit target anda.

Resiko pelaksanaan order ini juga berlaku untuk entry order, jadi harga masuk pasar anda tidak bisa selalu tepat pada harga entry yang telah anda tetapkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar