InstaForex
Tampilkan postingan dengan label stop loss. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stop loss. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 April 2011

Stop Loss Cepat Kena, Tapi Exit Target Tidak Kena-Kena?

Di marketiva, kalau stop loss cepet banget kena, tapi kalau exit target kok tidak kena-kena? Begitu celetuk salah seorang trader pemula...

Nampaknya memang marketiva mengejar stop loss... Hehehe, celetuk yang lain.

Apakah memang betul demikian? Mari kita telusuri lebih lanjut...

Exit target: adalah tingkat harga dimana anda ingin menutup suatu posisi ketika sejumlah profit tertentu telah anda dapatkan. Anda dapat mengatur exit target ketika anda membuka posisi atau kapan saja selagi posisi tersebut masih open. Exit target juga dikenal dengan istilah Take Profit atau sering disingkat dengan TP.

Order Stop-loss: menjamin suatu posisi dilikuidasi secara otomatis pada harga yang telah diperkirakan untuk membatasi potensi kerugian yang mungkin terjadi jika market bergerak melawan posisi anda. Stop Loss biasa disingkat SL.


Contoh exit target dan exit stop-loss:
Anda memiliki posisi long yang dibuka pada harga 1.2000, maka exit target anda harus lebih tinggi, sebagai contoh 1.2020, dan exit stop-loss di tingkat yang lebih rendah, misalnya 1.1980. Apabila anda membuka posisi short di 1.2000, nilai exit target harus lebih rendah, misalnya 1.1980, dan exit stop-lossnya lebih tinggi misalnya 1.2020.

Baik exit target maupun exit stop-loss nilai yang anda tetapkan adalah dalam harga, bukan banyaknya poin atau pip. Seperti contoh di atas, apabila anda ingin menutup posisi dengan keuntungan 20 pip, pada posisi long yang anda buka dengan harga 1.2000, maka exit targetnya adalah 1.2020 yaitu harga buka 1.2000 + 20 poin = 1.2020.

Beberapa kasus yang sering dialami trader berkaitan dengan exit target dan stop loss.

Posisi saya tidak ditutup padahal saya yakin harga menyentuh angka Exit Target tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi?

Perlu diingat bahwa harga terdiri dari dua komponen, yaitu Harga jual (Bid Price) dan Harga beli (Offer Price).
Transaksi jual dibuka dengan Harga BID dan ditutup dengan Harga OFFER
Transaksi beli dibuka dengan Harga OFFER dan ditutup dengan Harga BID

Sebagai contoh, anda melakukan transaksi Short di EUR/USD dan exit target di 1.3125. Harga pada diagram/chart menunjukkan 1.3125, tapi dalam hal ini exit target anda tidak tersentuh.

Hal ini dikarenakan 1.3125 adalah harga diagram yang mana merupakah harga pertengahan bid dan offer, sedangkan transaksi Short harus ditutup dengan aksi beli. Harga Charting=1,3125, maka Offer = harga di charting + 1/2 spread = 1,3125 + 1 = 1,3126. Sehingga harga sebenarnya masih di level 1,3126.

Posisi saya ditutup padahal saya yakin harga tidak menyentuh angka Stop Loss. Apa yang sebenarnya terjadi?

Perlu diingat bahwa harga terdiri dari dua komponen, yaitu Harga jual (Bid Price) dan Harga beli (Offer Price).
Transaksi jual dibuka dengan Harga BID dan ditutup dengan Harga OFFER
Transaksi beli dibuka dengan Harga OFFER dan ditutup dengan Harga BID

Contoh: anda melakukan transaksi Short di GBP/USD dan memasang Stop loss di level 1.8943. Harga pada diagram/chart menunjukkan 1.8942. Tapi dalam hal ini SL anda tersentuh.

Hal ini dikarenakan 1.8942 adalah Harga diagram, yang mana merupakah harga pertengahan bid dan offer, sedangkan transaksi Short harus ditutup dengan aksi beli. Harga Charting=1,8942, maka Offer = harga charting + 1/2 spread = 1,8942 + 2 = 1,8944. Sehingga harga sebenarnya sudah berada di level 1,8944.

Yang penting anda perhatikan disini adalah Spread, dan perlu diingat juga bahwa spread itu tidak tetap dan sewaktu waktu dapat berubah nilainya, terutama pada saat keluar berita yang mengakibatkan pergerakan harga tidak stabil.

Catatan penting:
Dalam contoh di atas, spread untuk EUR/USD adalah 2, dan GBP/USD adalah 4.
BID adalah harga Anda menjual ke dealer, dan OFFER adalah harga Anda membeli dari dealer. Dalam hal ini harga BID selalu lebih rendah dari harga OFFER.

Kamis, 31 Maret 2011

Exit Target dan Stop Loss

Exit Target
Adalah target keluar pasar secara otomatis apabila nilai target yang ditentukan sudah tersentuh oleh harga di pasar. Singkatnya, posisi akan ditutup otomatis apabila anda sudah mendapatkan keuntungan. Exit target tetap bekerja baik anda online di platform maupun sedang offline.

Nilai target adalah dalam harga instrumen, bukan banyaknya perolehan point yang ingin didapatkan, di marketiva exit target minimal jaraknya 8 point dari harga entry.

Exit Stop Loss
Fasilitas keluar pasar secara otomatis sesuai harga yang anda tentukan, jadi posisi akan ditutup otomatis apabila anda mengalami kerugian pada posisi trading yang anda ambil. Sama seperti exit target, fasilitas stop loss juga tetap bekerja meskipun anda offline dari platform.

Nilai stop loss juga harus dituliskan dalam harga instrumen, bukan dalam banyaknya point. Minimal stop loss di marketiva adalah 1 point dari harga entry.



Contoh exit target dan exit stop-loss:
Jika anda membuka posisi long di 1.2000, exit target anda harus lebih tinggi, sebagai contoh 1.2020, dan exit stop-loss di tingkat yang lebih rendah, misalnya 1.1980. Jika anda membuka posisi short di 1.2000, nilai exit target harus lebih rendah, misalnya 1.1980, dan exit stop-lossnya lebih tinggi misalnya 1.2020.

Menggeser Stop Loss ke arah profit
Stop loss juga bisa digunakan untuk melindungi profit yang sudah didapat, caranya dengan menggeser nilai stop loss ke arah profit. Di platform meta trader cara ini dikenal dengan istilah trailing stop loss, untuk di streamster, trailing stop loss hanya bisa dilakukan secara manual yaitu dengan menggeser stop loss ke arah profit. Apabila stop loss digunakan untuk melindungi profit, maka minimal jaraknya 8 point dari harga entry.

Resiko Pelaksanaan Order
Harga pasar selalu bergerak dalam pertambahan poin. Seringkali 1 poin, akan tetapi sangat sering harga bisa bergerak 2, 3, 5 poin atau lebih. Pada saat pasar sangat aktif (misalnya pembukaan mingguan, pengumuman berita, peristiwa peristiwa penting) harga instrumen dapat bergerak 50 poin atau lebih hanya dalam satu lompatan, yang bisa sangat mempengaruhi pelaksanaan daripada order anda. Sebagai contoh, apabila suatu harga melompat dari 200.10 ke 200.50 (hanya dalam satu pergerakan 40 poin) dan stop-loss posisi short anda adalah pada 200.20, posisi anda akan ditutup pada harga pasar saat itu yaitu 200.50, yang mana 30 poin lebih buruk dari nilai stop-loss anda. Di sisi lain, apabila exit target posisi long anda adalah 200.20, posisi anda sekali lagi akan ditutup pada harga pasar saat itu yaitu 200.50, yang mana 30 poin lebih baik dari nilai exit target anda.

Resiko pelaksanaan order ini juga berlaku untuk entry order, jadi harga masuk pasar anda tidak bisa selalu tepat pada harga entry yang telah anda tetapkan.